Teman yang Memanfaatkan Kesempatan atau Sahabat Sejati


Terkadang dalam kehidupan pergaulan ada interaksi sosial antara sesama, malalui interaksi ini terjalin hubungan antar manusia yang biasa disebut sebagai pertemanan. Dalam hubungan ini ada yang disebut sebagai sekedar teman ada juga yang disebut sebagai sahabat sejati. Maksud dari hanya sekedar teman adalah hubungan yang dijalin sebatas keperluannya saja, misalnya teman main, teman kerja, teman olahraga, teman kampus, dll. Sementara sahabat sejati merupakan hubungan yang dijalin dalam waktu yang rentangnya cukup lama, dan hubungan yang sama-sama menguntungkan dan saling mendukung baik dalam duka maupun duka atau dalam suka maupun luka. 

Pada kesempatan ini dibahas hubungan pertemanan yang hanya memanfaatkan teman lainnya, hal ini biasanya dilakukan karena adan faktor “Kepentingan” misalkan saja memanfaatkan teman yang punyai duit (kekayaan), kekuasaan, kepintaran, dan kesempatan yang lainnya, adapula yang menjalin. Biasanya pada pertemanan yang hanya memanfaatkan kesempatan teman, tidak akan bertahan lama seiring dengan kesempatan teman sudah tidak lagi memiliki apa-apa yang bisa dijadikan sebagai keuntungan dalam hubungan pertemanan, misalkan saja: teman yang tiba-tiba jatuh miskin karena bangkrut dalam bisnis, teman tidak lagi memegang kekuasaan, sudah selesai tujuannya dengan memanfaatkan kepintaran teman, dan masih banyak contoh yang lain. Pada kondisi ini, teman yang hanya memanfaatkan kesempatan tadi tidak akan berada di samping, bahkan tidak pernah akan  membantu ketika teman sedang mengalami musibah. 

Jika dalam hubungan pertemanan yang memanfaatkan kesempatan biasanya menjadi parasit dalam kehidupan orang lain, maka akan berbeda dengan adanya sahabat sejati, dimana hubungan dibangun atas dasar simbiosis mutualisme, dimana hubungan dibangun atas dasar sama-sama menguntungkan. Seorang sahabat yang baik, akan selalu mengatakan yang sesungguhnya, walaupun itu sakit, karena sahabat sejati tidak pernah ada kata pura-pura atau hanya sekedar untuk menyenangkan teman. Seorang sahabat sejati selalu akan menjadi dorongan dan motivasi untuk menggapai impian-impian sahabatnya, karena seorang sahabat sejati tidak akan pernah menghakimi, akan selalu memberikan saran yang terbaik dan menjadi motivator ulung. Sahabat yang baik tidak pernah mengharapkan imbalan atas semua bantuan dan masukannya kepada yang lain, semua dilakukan dengan niat dan itikad yang baik untuk sama-sama membangun. Seorang sahabat sejati tidak akan pernah mengubah sahabatnya, mereka selalu menerima apa adanya dan tidak akan meminta sahabatnya menjadi seperti orang lain. Sahabat sejati merupakan pendengar yang ulung, mungkin bagi teman biasa mereka akan mendengar dan berpura-pura simpati, tapi bagi sahabat sejati akan benar-benar mendengar apapun yang sahabatnya curahkan. Melalui beberapa penjelasan tentang sahabat sejati sebelumnya, maka terbangun nilai-nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisiten: (1) Kecenderungan untuk mengingatkan apa yang terbaik satu sama lain, (2) Simpati dan empati, (3) Kejujuran, barangkali dalam keadaan-keadaan yang sulit bagi orang lain untuk mengucapkan kebenaran, dan (4) Saling pengertian.

Pada ilustrasi cerita berikut ini, menggambarkan bagaimana hubungan pertemanan yang hanya memanfaatkan kesempatan atau sahabat sejati (Mungkin cerita ini sudah dibaca di sumber-sumber bacaan yang lain, tapi mungkin bisa dibaca lagi, sekedar untuk menjadi bahan perenungan). Berikut cerita Burung Pelatuk dengan pohon yang berbuah lebat:

Ada sebuah pohon yang sedang berbuah lebat, buahnya terlihat kuning keemasan sangat menggiurkan. Seekor burung jalak terbang ke pohon tersebut dengan suara keras berteriak memuji pohon tersebut, “pohon yang subur, engkau terlihat indah dengan buah ini”. Setelah mendengar pujian tersebut, pohon berkata pada burung Jalak; “Teman, tinggallah ditempat saya”.

Kemudian, seekor burung kenari terbang ke pohon ini, menghadap pohon ini sambil bernyanyi; “pohon ini sangat hijau, buahnya sangat wangi, sangat bagus”. Setelah mendengar nyanyian burung kenari, pohon berkata; “Jika engkau ingin memakan buah, silahkan ambil saja”.

Seekor burung pelatuk terbang ke pohon ini, dia mematuk-matuk disana sini di badan pohon ini, yang akhirnya membuat pohon ini menjerit kesakitan. Burung pelatuk berkata, “Saya melihat di dalam tubuh anda ada seekor ulat, saya ingin mematuknya keluar, jika tidak, maka anda akan sakit dimakan ulat”. Si pohon dengan marah berkata: “Omong kosong, engkau mematuk saya, sengaja ingin membunuh saya, cepat pergi dari sini”. Burung Pelatuk pun akhirnya terbang pergi.

Tidak berapa lama kemudian, pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning kemudian gugur. Akhirnya dahannya juga juga layu, tidak bisa berbuah lagi. Burung jalak terbang pergi meninggalkannya, begitupun dengan burung kenari yang tidak datang bernyanyi lagi.

Pada saat itu burung pelatuk datang lagi, walau bagaimanapun pohon menjerit kesakitan, dia tidak peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat tubuh pohon terpatuk habis.

Beberapa waktu kemudian pohon ini tumbuh kembali, daun-daun hijau mulai terlihat, kemudian berbuah lagi.

Hingga akhirnya, pohon dengan perasaan terharu berkata: “Yang bernyanyi dan memuji anda belum tentu adalah seorang sahabat, tetapi yang bersedia menunjukan kekurangan anda, juga bisa membantu anda, inilah sahabat sejati”.

Seorang sahabat memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mengelus untuk memanipulasi. Seorang sahabat sejati akan selalu memberikan masukan dan nasehat yang baik walaupun itu terasa sakit bagi kita, sementara teman yang hanya memanfaatkan kesempatan dan tidak akan pernah menjadi seorang teman yang baik, seiring dengan tercapainya keinginan yang diharapkan dalam hubungan pertemanan, hanya indah di awal tapi berkahir dengan buruk.

Semoga kita menjadi sahabat sejati dalam hidup ini, baik itu untuk: Orang tua kita, saudara-saudara kita, teman-teman kita, bahkan bagi anak-anak kita. Dengan bagitu akan terjalin hubungan yang harmonis.

Salam
Sukses luar biasa untuk kita semua.
sumber foto: http://tontine255.wordpress.com/birds-at-the-mansion-house/

Komentar